Pangeran Sabrang Lor , Senapati Sarjawala

Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor dengan gelar Senapati Sarjawala memimpin ekspedisi laut melawan Portugis hingga Syahid di medan tempur.
pati unus , pangeran sabrang lor, senapati sarjawala
Ilustrasi: Pertempuran Pati Unus 

Pati Unus atau Adipati Unus dikenal juga dengan julukan Pangeran Sabrang Lor, karena pernah menyeberangi Laut Jawa menuju Malaka untuk melawan Portugis.

Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis di tahun 1511, maka Kesultanan Demak mempererat hubungan dengan kesultanan Banten-Cirebon. Pati Unus kemudian diangkat sebagai Panglima Gabungan Armada Islam membawahi armada Kesultanan Banten, Demak dan Cirebon. Gelar beliau adalah Senapati Sarjawala.

Tahun 1512 giliran Samudra Pasai yang jatuh ke tangan Portugis. Pada Januari 1513 Pati Unus mencoba mengejutkan Malaka, membawa sekitar 100 kapal dengan 5.000 tentara Jawa dari Jepara dan Palembang. Pertempuran itu dimenangkan Portugis. Patih Unus berlayar pulang dan mendamparkan kapal perangnya sebagai monumen perjuangan melawan orang-orang yang disebutnya paling berani di dunia.

Kegagalan menjadi pelajaran berharga untuk membuat persiapan yang lebih baik. Maka direncanakanlah pembangunan armada besar sebanyak 375 kapal perang di tanah Gowa, Sulawesi yang masyarakatnya sudah terkenal dalam pembuatan kapal.

Pada tahun 1518 Raden Patah, Sultan Demak I mangkat, beliau berwasiat supaya mantu beliau Pati Unus diangkat menjadi Sultan Demak berikutnya. Maka diangkatlah Pati Unus menjadi Sultan Demak II bergelar Alam Akbar At-Tsani.

Memasuki tahun 1521, ke 375 kapal telah selesai dibangun, maka walaupun baru menjabat Sultan selama 3 tahun, Pati Unus memutuskan untuk mengikuti ekspedisi secara langsung, ikut pula tiga orang putranya.

Armada perang yang sangat besar untuk ukuran dulu bahkan sekarang. Dipimpin langsung oleh Pati Unus yang telah menjadi Sultan Demak II. Portugis pun sudah mempersiapkan pertahanan menyambut Armada besar ini dengan puluhan meriam besar pula yang mencuat dari benteng Malaka.

Kapal yang ditumpangi Pati Unus terkena peluru meriam ketika akan menurunkan perahu untuk merapat ke pantai. Ia gugur akibat serangan tersebut. Putra pertama dan ketiga Pati Unus ikut gugur. Sebagian pasukan yang berhasil mendarat kemudian bertempur dahsyat hampir 3 hari 3 malam lamanya dengan menimbulkan korban yang sangat besar di pihak Portugis. Putra kedua selamat dan bergabung dengan armada yang tersisa untuk kembali ke tanah Jawa.

Belum ada Komentar untuk "Pangeran Sabrang Lor , Senapati Sarjawala"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel